Tarikan nafasmu pertama kali terdengar di negeri serambi Madinah Gorontalo 22 November 2010. Sebuah negeri yang diberkahi dengan rendahnya angka kriminalitas seperti halnya Kota Serambi Mekah Padang Panjang. Di sini, jarang sekali terjadi kehilangan walaupun di malam hari pintu dibiarkan tak terkunci, hewan ternak merumput tak terikat, dan kendaraan terhampar di luar rumah. Semoga keberkahan negeri ini akan kau bawa selalu dalam hidupmu seperti aroma minyak wangi yang lekat setelah meninggalkan penjualnya.
Pada hari ketujuh, 29 November 2010, akikahan atas kelahiranmu dilaksanakan dengan adat Gorontalo. Hampir seluruh pelaksanaan akikah ini dibantu oleh tetangga sekitar. Terasa sekali antusiasme mereka dalam membantu acara ini, seolah kita semua adalah keluarga mereka sendiri. Sekali lagi… sangat kentara atmosfer barokah negeri ini.
Pada hari itu namamu disampaikan kepada khalayak ramai: SALADIN FATIH ABDUL AZIZ . Itu adalah nama yang pertama kali terlintas dalam pikiran ayah dan bunda. Memang ada beberapa alternatif nama yang terpikirkan oleh kami. Akan tetapi setelah mencoba berbagai variasi nama, akhirnya ayah dan bunda kembali kepada nama itu. Kadang memang benar pameo bahwa kilasan hati pertama adalah kebenaran hakiki.
“Abdul Aziz” sudah jelas dari nama belakang ayah. Ini adalah salah satu nama yang dicintai Allah dan Rasulnya, sebagaimana Abdullah, Abdurrahman, Abdul Malik dan abid-abid dari asma’ul husna lainnya. Lalu bagaimana dengan Saladin Fatih…? Tentu saja itu mengandung latar belakang dan harapan kenapa keduanya dipilih.
Saladin merujuk kepada pahlawan Islam, Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayubi. Salahudin adalah yang membebaskan Palestina dari crusader dan mempertahankannya dari Raja crusader paling berpengaruh, Richard The Lion Heart.
Ayah memanggilmu Saladin, pelafalan Salahudin dalam dialek eropa. Sebagian orang mungkin akan memanggilmu fatih. Hal itu tidak masalah karena keduanya merupakan panggilan yang baik.
Ada seorang paman penggemar game strategi Medieval dan The Three Kingdom yang mungkin akan memanggilmu Saladin karena lebih familiar dengan nama itu. Paman ini pernah mengajak ayah menonton Film “Kingdom of Heaven” dan “Arn : The Knight Templar” di sela-sela tugas akhir akhirnya yang sempat di ujung tanduk.
Dalam kedua film itu, Saladin berada di pihak yang berseberangan dengan tokoh utama, tetapi digambarkan sebagai Figur berjiwa besar.
Dia adalah figur yang menunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin.
Film Kingdom of Heaven mengabadikan detik-detik penyerahan Yerusalem, setelah pertahanannya dihancurkan Saladin. Terjadi dialog antara Balian dan Saladin.
Saladin : “No one will be harmed, I swear to God”.
Balian : “The Christians butchered every Muslim within the walls when they took this city”.
Saladin : “I am not those men. I am Saladin”.
Balian : “Then under these terms, I surrender Jerusalem”.
Inilah yang ditunjukkan Rasulullah SAW pada Fathul Makah. Beliau mengampuni kafir Quraisy yang telah menzaliminya, meniadakan Yaumul Malhamah (hari pembantaian) dan menggantinya dengan Yaumul Marhamah (hari kasih sayang).
Dia adalah figur yang dihormati oleh pihak yang menjadi lawannya.
Takdir telah membuatnya berseberangan dengan pasukan-pasukan dari Eropa. Akan tetapi alih-alih dianggap sebagai musuh, sebagian mereka malah mengganggapnya sebagai ksatria berjiwa besar. Dante Alighieri dalam La Divina Comedia menuliskannya sebagai jiwa yang agung dan menempatkannya bersama sejumlah nama seperti Homer, Euclid, dan Julius Caesar. Begitu juga Kaiser Wilhelm II dari Jerman yang terpisah tujuh abad dari Saladin. Dia menghadiahkan sebuah sarkofagus bertuliskan “Ksatria tanpa rasa takut dan tanpa cela yang seringkali mengajarkan lawan-lawannya bagaimana menerapkan nilai-nilai kepahlawanan sejati “. Tokoh Arn dalam Film Arn : The Knight Templar mendeskripsikan Saladin dengan sangat singkat : “He is the man of his words”.
Dia adalah figur yang menunjukkan kesederhanaan dalam kesehariannya.
Dengan statusnya sebagai seorang Sultan, tidak perlu diperdebatkan lagi apa yang dapat dimilikinya. Tapi apakah peninggalannya ketika dia wafat? Hanya tersisa sedikit harta yang bahkan tidak cukup untuk biaya pemakamannya. Itu karena sebagian besar yang dia miliki telah dia serahkan untuk amal.
Dia adalah figur yang menunjukkan keseimbangan antara kerja duniawi dan amal ukhrawi.
Setelah membebaskan Palestina, alih-alih membangun Istana atau bahkan ruang kerja, dia malah melakukan renovasi mesjid dan tempat ibadah. Dia lahir dalam clan Ayubi yang terkenal keahliannya dalam strategi dan peperangan, tetapi minatnya terhadap ilmu agama lebih besar. Cukup menarik bahwa seorang panglima perang turut menuliskan catatan kaki dalam kitab hadis.
Dia dihormati karena tindak tanduknya yang terpuji yang sebenarnya berakar dari keteguhannya memegang prinsip-prinsip Islam. Karena ini lah dia disebut “Salahudin”, yang dapat diartikan sebagai seseorang yang berpegang teguh kepada agamanya.
Adapun nama tengahmu, Fatih, ayah tidak perlu menerangkan banyak mengenai harapan dan maknanya. Perlu ayah terangkan bahwa nama “Saladin” lahir dari analisis otak kiri ayah yang kompleks. Kompleks karena ayah memasukkan berbagai variabel ke dalam pertimbangan analisis ayah. Ayah melakukan inventarisasi variasi nama Salahuddin dari ejaan eropa, ejaan latin hingga ejaan Turki serta kemungkinan nama panggilannya. Juga ayah mencari uraian mengenai Salahudin dari berbagai sumber dan mencatat berbagai teladan yang ditinggalkannya.
Sedangkan nama “Fatih”… Itu sangat simpel, itu muncul hanya karena ibunda menyukai nama “fatih”. Benar-benar suatu manifestasi dari otak kanan ibunda. Very spontant… Very passionate… Very Human…
Memang itu merujuk kepada Muhammad Al-Fatih yang membebaskan Istambul dari kekuasaan bizantium, sekaligus memenuhi nubuwah yang didapatkan Rasulullah SAW pada perang Khandaq. Beliau juga seorang Pahlawan dengan karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Salahudin.
Akan tetapi, ada sesuatu yang lebih mendalam daripada menguraikan panjang lebar mengenai nama tengahmu.
Cukuplah ayah berkata…”Fatih” adalah hadiah dari welas asih, cinta, dan kasih sayang ibunda yang kesemuanya tidak butuh penjelasan karena semuanya menafikan logika.
Namamu lahir dari komposisi menarik antara otak kiri yang sangat rasional dan otak kanan yang sangat manusiawi.
Ingatlah itu, dan Jadilah engkau ksatria langit yang tidak kehilangan sisi-sisi kemanusiaannya. Seluruh potensimu harus dimanifestasikan hingga titik kulminasinya tanpa keluar dari hakikatmu sebagai insan Tuhan.
Ananda …
Al-Quds yang pernah dibebaskan Saladin tengah berada dalam cengkeraman kaum yang menghalalkan segala cara. Adalah tugas ayah dan generasi ayah untuk turut membebaskannya. Andaikan ayah tidak diberi anugrah melaksanakan shalat di Masjidil Aqsa yang telah dibebaskan, maka generasimu lah yang akan meneruskan cita-cita ini.
Sekecil apapun peranmu, itu sangat menentukan karena tugas ini adalah tugas bersama dan bukan permainan individu. Ingatlah semua amanah dan harapan yang ayah jelaskan panjang lebar. Temukan kekuatanmu yang khas. Jadilah yang terbaik di bidangmu.
Ayah tidak menuntutmu menjadi seorang pemimpin dalam skala besar. Di zaman kuda-kuda perang Saladin berderap, ada banyak pemimpin di sepanjang jazirah Arabia. Akan tetapi Saladin tidak hanya menjadi sekadar pemimpin. Dialah yang mengintegrasikan kekuatan Islam sehingga cukup kuat untuk merebut kembali Al-Quds.
Karena itu jadilah engkau seorang individu yang dapat menghimpun dan mensinergiskan potensi umat. Ini lebih fundamental daripada sekadar menjadi seorang pemimpin.
Umat ini memiliki kekuatan yang masih dormant dan terpencar-pencar. Akan tetapi bila kekuatan itu dibangkitkan dan disinergiskan, akan ada milestone baru tercatat dalam sejarah.
Gorontalo, 6 Desember 2010
Untuk putraku yang di dalam darahnya terdapat genetik Minang, Sunda, dan Jawa serta keberkahan negeri Serambi Madinah Gorontalo.
Januari 1, 2011 pukul 2:30 am |
subhanallaaahh.. mantabh kang.. semoga generasi yang baru terlahirkan menjadi satu benih baru perjuangan tuk menyelamatkan dunia
Januari 6, 2011 pukul 11:19 am |
huaaa…udah lahiran ternyata
congratttsss..barakallah
semoga jadi anak shaleh, cerdas dan kuat. aamiin!!
Januari 26, 2011 pukul 9:49 pm |
Barakallah. Moga ada kesempatan ketemu Saladin..Kirain blog yang ini ditelantarkan, ternyata masih diapdet!